Pembangunan Jalan shortcut Mengwitani – Singaraja

Pembangunan Jalan shortcut Mengwitani – Singaraja dimaksudkan untuk mengurangi waktu tempuh dari kota Denpasar (Pusat Kegiatan Nasional/PKN) menuju kota Singaraja (Pusat Kegiatan Wilayah/PKW) dan memperbaiki geometrik titik blackspot pada ruas jalan Mengwitani Singaraja.

Pembangunan jalan baru Mengwitani – Singaraja

Panjang fungsional : 60,43 km

Panjang efektif Total : 1 2 17 km

Infrastruktur berperan penting dalam peningkatan investasi dan memperluas jangkauan partisipasi masyarakat, serta pemerataan hasil pembangunan. Infrastruktur juga merupakan segala sesuatu penunjang utama terselenggaranya suatu proses pembangunan suatu daerah. Infrastruktur memiliki peranan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek menciptakan lapangan kerja sektor konstruksi serta jangka menengah dan panjang akan mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor-sektor terkait. Peran lainya adalah infrastruktur sebagai prasarana jaringan dasar dari keberadaan dari suatu kota atau wilayah merupakan faktor penting didalam keberlangsungan dan pertumbuhan kota atau wilayah .

Bali sebagai salah satu wilayah dengan sebaran yang cukup tinggi juga mengalami ketidakmeraatan dalam percepatan pembangunan antar wilayah (Dewi et al. 2010) Kesenjangan pembangunan infrasruktur yang terjadi di Provinsi Bali yaitu antara Bali Utara dengan Bali Selatan.

Untuk mengatasi permasalahan kesenjangan infrastruktur tersebut maka Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membuat proyek jalan shortcut Singaraja-Mengwitani.

Selain untuk meratakan pembangunan infrastruktur di Bali jalan shortcut ini juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan dikawasan wisata (Bedugul) pada hari libur dan hari keagamaan karena jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan antara Bali Utara dengan Bali selatan.

Dengan keberadaan jalan shortcut ini dapat mengurangi jarak jarak tempuh dari Denpasar- Singaraja yang biasanya ditempuh dari waktu 3 jam menjadi 2 jam dengan mengurangi jumlah tikungan yang ada. Jalan shortcut Mengwitani – Singaraja memiliki 10 titik yang terbagi 6 titik di wilayah Kabupaten Buleleng dan 4 titik berada di Kabupaten Tabanan. Jalan shortcut tersebut memiliki panjang jalan mencapai 12,79 kilometer dan dengan ruas jalan yang dibangun dengan lebar 7 meter dan 2 meter untuk bahu jalan.

Jalan shortcut Mengwitani – Singaraja juga dirancang lebih landai tingkat kemiringannya menjadi 6 derajat yang pada jalan sebelumnya mencapai 10-15 derajat untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan (PU-Net. 2020) Jalan Shortcut Mengwitani – Singaraja akan memudahkan bus-bus pariwisata untuk mengunjungis Bali Utara dengan demikian potensi wisata bisa diharapkan akan berkembang.