DENPASAR — Menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan di wilayah padat penduduk sekaligus destinasi wisata internasional seperti Denpasar, Sanur, dan Kuta bukanlah tugas yang ringan. UPTD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali memegang peranan vital dalam memastikan sistem perpipaan maupun non-perpipaan berjalan dengan optimal. Dalam menjalankan tugasnya, UPTD PAL sangat bergantung pada keandalan armada operasional teknis. Menyadari tingginya beban pelayanan, sebuah inovasi revolusioner dihadirkan guna memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat pelayanan masyarakat. Latar Belakang: Tantangan Sistem Manual Armada UPTD PAL yang terdiri dari kendaraan roda dua, mobil pick-up, hingga truk khusus merupakan garda terdepan dalam merespons keluhan jaringan dan melakukan penyedotan limbah. Namun, sebelumnya, pengelolaan operasional armada dihadapkan pada kendala klasik: pencatatan data operasional dan pemeliharaan kendaraan teknis UPTD PAL masih dilakukan secara manual. Pencatatan menggunakan kertas tersebut membuat proses pemantauan riwayat pemeliharaan, kesiapan operasional, serta kelaikan armada menjadi lambat dan tidak real-time. Tidak adanya database yang mendokumentasikan operasional ini dapat berisiko menghambat penanganan keluhan pelanggan, terutama pada puncak musim penghujan. Kondisi ini tentunya berpotensi menurunkan efektivitas UPTD PAL sebagai penyelenggara pelayanan publik. Inovasi Nama: SIKT (Sistem Informasi Kendaraan Teknis) Menjawab urgensi tersebut, digagaslah sebuah aksi perubahan oleh Ni Nyoman Budi Artini, S.TP., M.Si selaku Kepala Seksi Pelaksana Teknis, yakni Sistem Informasi Kendaraan Teknis (SIKT). SIKT merupakan terobosan berbasis Google Form dan Google Drive yang berfungsi mendigitalkan pencatatan log harian operasional dan pemeliharaan kendaraan. Sistem yang interaktif ini memungkinkan operator armada (User) maupun administrator untuk memasukkan data serta memonitor kondisi perbaikan secara real-time di manapun mereka berada. Tujuan Inovasi SIKT Sistem ini dibangun dengan beberapa tujuan penting, yaitu: Menyediakan sistem digitalisasi terpadu untuk mencatat dan menyimpan data operasional armada secara real-time. Membangun database yang valid untuk menyimpan rekam jejak kondisi dan riwayat pemeliharaan kendaraan. Meningkatkan pemantauan dan pengawasan manajerial, agar mempermudah pengambilan keputusan terkait servis serta perbaikan armada. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penanganan pelayanan air limbah secara efektif. Meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja UPTD PAL. Manfaat dan Dampak Nyata Penerapan SIKT membawa dampak positif ganda yang dirasakan secara internal oleh birokrasi maupun secara eksternal oleh masyarakat. Bagi organisasi, SIKT menghadirkan manajemen yang lebih canggih dan hemat kertas (paperless). Data armada yang kini tersedia sewaktu-waktu (real-time) menjadi basis yang valid untuk menyusun perencanaan anggaran operasional dan pemeliharaan secara lebih presisi setiap tahunnya. Bagi masyarakat pelanggan UPTD PAL, digitalisasi ini terbukti secara langsung mampu mengakselerasi penanganan keluhan gangguan teknis. Dengan armada operasional yang selalu diawasi kelaikannya, layanan penyedotan dan perbaikan dapat dikerahkan dengan cepat dan efisien. Hal ini tercermin pada Triwulan II Tahun 2025 di mana UPTD PAL berhasil mencapai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 80,72 dengan predikat kinerja “Baik” dalam mengelola 16.359 pelanggan. Ke depannya, inovasi SIKT diproyeksikan akan terintegrasi ke dalam aplikasi DIKEPAL demi membentuk ekosistem pelayanan publik yang cerdas, praktis, dan modern. Navigasi pos Peringatan HARGANAS Ke-33 di Lingkungan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali