Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah Surat Edaran No 02 Tahun 2024 Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia

Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah Surat Edaran No 02 Tahun 2024 Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia

  1. Cegah Sampah

Pencegahan sampah menjadi langkah strategis dalam membangun gerakan gaya hidup sadar sampah. Setiap orang dapat melakukan pencegahan timbulan sampah dengan tidak lagi menggunakan produk, wadah dan kemasan sekali pakai khususnya plastik sekali pakai namun membiasakan dan membudayakan pengqunaan baranq, kemasan, dan wadah yang dapat diguna ulang. Contohnya tidak menggunakan sedotan plastik, tidak menggunakan kantong belanja plastik saat berbelanja, tidak menggunakan wadah plastik foam (styrofoam) saat membeli makanan untuk dibawa pulang, tidak menggunakan alat makan/minum sekali pakai, dan membeli makanan dan minuman dengan kemasan guna ulang.

  1. Belanja tanpa kemasan

Untuk meminimalkan jumlah timbulan sampah kemasan, dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari bisa dilakukan dengan memilih produk yang dijual tanpa kemasan, seeing disebut dengan produk curah atau produk isi ulang (refill), dengan membawa kemasan dan wadah sendiri saat berbelanja di pasar rakyat dan toko curah (bulk stores). Beberapa contoh produk curah yang tersedia saat ini antara lain makanan untuk dibawa pulang, beras, kacangkacangan, kecap, sabun mandi cair, pembersih lantai, dan pembersih ruangan

  1. Pilah Sampah Dari Rumah

Memilah sampah dari rumah menjadi langkah penting yang bisa dilakukan setiap orang. Langkah ini menjadi faktor yang cukup menentukan dalam membangun ekonomi sirkular karena hasil pilahan sampah dari rumah akan lebih memudahkan proses penyediaan bahan baku daur ulang selain dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Hasil pilahan yang masih memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang, seperti sampah plastik, kertas, logam, dan kaca dapat disalurkan ke Bank Sampah, jasa pengumpulan sampah atau disedekahkan kepada pihak yang membutuhkan. Sampah sisa makanan dan bahan yang mudah terurai oleh proses alam dapat dikomposkan di rumah sehingga sampah tersebut tuntas diselesaikan di sumber sampah.

  1. Habiskan Makanan

Komposisi sampah di Indonesia sebesar 50-60% adalah sampah mudah terurai secara alami (organik) termasuk di dalamnya sampah sisa makanan. Dengan menghabiskan makanan yang kita konsumsi maka kita sudah menyelesaikan 50% urusan sampah dari sumbernya. Sehingga membangun budaya mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya tanpa sisa menjadi fondasi penting gerakan sadar sampah.

  1. Komposkan sisa Makanan

Sisa masakan seperti potongan sayur dan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi dapat dikomposkan dengan metode sederhana. Ada banyak cara untuk mengkomposkan sisa makanan di rumah mulai dengan menggunakan ember, gerabah, komposter, keranjang Takakura, lubang resapan biopori atau diproses menjadi ecoenzym.